Halaman

Jumaat, 20 September 2019

puisi

Puisi senja

Ketika mentari pagi terus meniti,
Bahang panas terus memancar, menembusi lapisan demi lapisan
Riuh kedengaran cicipan burung dan unggas
Berkeliaran, bertebaran mencari rezeki

Dikala mentari menyembah bumi
Panasnya masih bersisa
Memancar bumi menerangi alam
Memanggil pulang kembali ke sarang 
Menikmati malam berlalu sepi

Unggas dirimba memanggil merdu
Menghiasi malam penuh kesepian
Setia pada tempatnya
Setia pada alam ciptaanNya

Dikala mentari menyinari bumi
Menyinar penuh harapan
Menitiskan peluh manusiawi

Mencari rezeki terhampar di bumi